Selasa, 19 Februari 2013

Applause For Indonesia


Angklung Memecahkan Rekor Dunia

            Siapa sih yang engga tahu tentang Guiness Book of Record ? Di Guiness Book of Record semua “ milestone “ dari kehidupan yang tercatat dalam peradaban diseluruh dunia diabadikan didalamnya
            Tanggal 10 Juli 2011 kemarin bisa jadi hari yang bersejarah buat Indonesia karena lewat kesenian alat musik Angklung, Indonesia mencatatkan sejarahnya di Guiness Book of Record dengan permainan angklung dengan peserta terbanyak 5.102 orang di Washington DC. Lewat lagu “ We Are The World “ dan “ Take Me Home Country Road “ Indonesia mencatatkan sejarahnya di Guiness Book of Record, angklung sukses dimainkan oleh para peserta dibawah pembimbing Daeng Udjo dari Saung Angklung Udjo. Ribuan peserta dari Negara yang berbeda dan latar belakang budaya itu berkumpul menjadi satu di Monumen Nasional AS di Washington DC, untuk menciptakan musik yang unik dari sebuah alat musik yang terbuat dari bambu (angklung).
            Tepat pukul 16.00 waktu AS para peserta mulai masuk masing – masing peserta dibagikan angklung dan ikat kepala buat yang pria dan selendang buat wanita. Didepan pintu masuk ada beberapa petugas khusus mencatat berapa banyak orang yang masuk. Daeng Udjo membimbing peserta bagaimana cara memegang dan memainkan angklung secara benar, dan yang menarik disini Daeng Udjo memberikan petunjuk bagaimana memainkannya dengan aba – aba khusus darinya. Setiap not agklung ditandai dengan pemberian nama – nama pulau yang ada di Indonesia, sebagai ganti notasi nada. Kepalan jari dan tangannya, menandakan perubahan not untuk membentuk suatu lagu.
            Acara dimulai sejak pukul 13.00 – 21.00 watu AS dibuka oleh penampilan artis – artis Indonesia dan lokal seperti Singo Lodoyo, Pencak Silat Al – Azhar, dilanjutkan dengan pertunjukkan multikultural dari Aborigin Musical Performance, Happy Hearts Fund (HHF), Health in Harmony, Refugee Internasional. Acara festival Indonesia 2011 yang baru pertama kalinya diadakan oleh KBRI Washington DC ini dihadiri oleh beberapa orang penting seperti Dubes RI untuk AS Dino Pati Djalal dan Ibu Rossal Djalal, serta mantan Menkeu yang sekarang menjadi Managing Bank Director Bank Dunia Sri Mulyani dan juga artis Indonesia seperti Christine Hakim.
       Acara ini juga dimeriahkan oleh penyanyi Indonesia dari Jakarta seperti Sherina dan Elfa’s Singers serta penyanyi mancanegara seperti Brazilian Percussion, Interfaith Concert (Muslim: Native Deen, Kristen: Davids Experience, Yahudi: Lox n Vodka). Para peserta tidak hanya berasal dari Washington DC, tetapi juga ada dari berbagai Negara. Mereka diumumkannya rekor angklung oleh petugas khusus dari Guiness Book of Record, pukul 17.45.       Menjelang senja sebelum sambutan dari Dubes Dino Patti acara diisi dengan sajian music yang sangat apik dan Air Supply, Balawan dan Denada sebagai penutup acara.
       Meskipun hari itu cuaca sangat terik, tapi tidak intuk mrngurangi semangat dan antusiasme para peserta untuk memainkan Angklung. Dan acara
       Meskipun hari itu cuaca sangat terik, tapi tidak intuk mrngurangi semangat dan antusiasme para peserta untuk memainkan Angklung. Dan acara yag didukung oleh masyarakat Indonesia di AS itupun berjalan dengan sukses.
       Sangat membanggakan, walau untuk menyisakan sedikit PR buat kita – kita di Indonesia nih. Selanjutnya rekor angklung harus di Indonesia dengan lagu asli lagu Indonesia juga. Ayo cintai budaya sendiri.

Applause For Indonesia


Angklung Memecahkan Rekor Dunia

            Siapa sih yang engga tahu tentang Guiness Book of Record ? Di Guiness Book of Record semua “ milestone “ dari kehidupan yang tercatat dalam peradaban diseluruh dunia diabadikan didalamnya
            Tanggal 10 Juli 2011 kemarin bisa jadi hari yang bersejarah buat Indonesia karena lewat kesenian alat musik Angklung, Indonesia mencatatkan sejarahnya di Guiness Book of Record dengan permainan angklung dengan peserta terbanyak 5.102 orang di Washington DC. Lewat lagu “ We Are The World “ dan “ Take Me Home Country Road “ Indonesia mencatatkan sejarahnya di Guiness Book of Record, angklung sukses dimainkan oleh para peserta dibawah pembimbing Daeng Udjo dari Saung Angklung Udjo. Ribuan peserta dari Negara yang berbeda dan latar belakang budaya itu berkumpul menjadi satu di Monumen Nasional AS di Washington DC, untuk menciptakan musik yang unik dari sebuah alat musik yang terbuat dari bambu (angklung).
            Tepat pukul 16.00 waktu AS para peserta mulai masuk masing – masing peserta dibagikan angklung dan ikat kepala buat yang pria dan selendang buat wanita. Didepan pintu masuk ada beberapa petugas khusus mencatat berapa banyak orang yang masuk. Daeng Udjo membimbing peserta bagaimana cara memegang dan memainkan angklung secara benar, dan yang menarik disini Daeng Udjo memberikan petunjuk bagaimana memainkannya dengan aba – aba khusus darinya. Setiap not agklung ditandai dengan pemberian nama – nama pulau yang ada di Indonesia, sebagai ganti notasi nada. Kepalan jari dan tangannya, menandakan perubahan not untuk membentuk suatu lagu.
            Acara dimulai sejak pukul 13.00 – 21.00 watu AS dibuka oleh penampilan artis – artis Indonesia dan lokal seperti Singo Lodoyo, Pencak Silat Al – Azhar, dilanjutkan dengan pertunjukkan multikultural dari Aborigin Musical Performance, Happy Hearts Fund (HHF), Health in Harmony, Refugee Internasional. Acara festival Indonesia 2011 yang baru pertama kalinya diadakan oleh KBRI Washington DC ini dihadiri oleh beberapa orang penting seperti Dubes RI untuk AS Dino Pati Djalal dan Ibu Rossal Djalal, serta mantan Menkeu yang sekarang menjadi Managing Bank Director Bank Dunia Sri Mulyani dan juga artis Indonesia seperti Christine Hakim.
       Acara ini juga dimeriahkan oleh penyanyi Indonesia dari Jakarta seperti Sherina dan Elfa’s Singers serta penyanyi mancanegara seperti Brazilian Percussion, Interfaith Concert (Muslim: Native Deen, Kristen: Davids Experience, Yahudi: Lox n Vodka). Para peserta tidak hanya berasal dari Washington DC, tetapi juga ada dari berbagai Negara. Mereka diumumkannya rekor angklung oleh petugas khusus dari Guiness Book of Record, pukul 17.45.       Menjelang senja sebelum sambutan dari Dubes Dino Patti acara diisi dengan sajian music yang sangat apik dan Air Supply, Balawan dan Denada sebagai penutup acara.
       Meskipun hari itu cuaca sangat terik, tapi tidak intuk mrngurangi semangat dan antusiasme para peserta untuk memainkan Angklung. Dan acara
       Meskipun hari itu cuaca sangat terik, tapi tidak intuk mrngurangi semangat dan antusiasme para peserta untuk memainkan Angklung. Dan acara yag didukung oleh masyarakat Indonesia di AS itupun berjalan dengan sukses.
       Sangat membanggakan, walau untuk menyisakan sedikit PR buat kita – kita di Indonesia nih. Selanjutnya rekor angklung harus di Indonesia dengan lagu asli lagu Indonesia juga. Ayo cintai budaya sendiri.